small

Senin, 07 Februari 2011

Menysukuri nafas yang tersisa


Bumi terhampar merentang
Langit dan gunung memandang
Ku tatap gugusan gemintang
Berkilau dan berkilat dengan terang

Berdoa dan memuji ku pada-MU
Sambil memandang ke langit
Menatap cahayanya dari bebalikan bukit
bersama rasa nan syahdu di temani bebatu

Jalanmu telah ditetapkan
kadang tak nampak, tapi memang itulah dia
kau pun tak tahun bakal ke mana
kecuali kemestian menyusurnya

Demikianlah jalan ke sang pencipta
jalan tunggal semestinya
Hanya untuk bersujud dan berdoa
Menysukuri nafas yang tersisa

--
Best Regard
Erwin Arianto,SE

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar