small

Jumat, 24 Mei 2013

HUJAN UNTUK MU

rintik hujan menitikkan air mata, kau lihat?
tidak. kau tak lihat sebab hujan enggan berbagi kesedihan
semenjak ia tahu ada kesedihan lain di balik dinding itu,
dinding dingin yang mampu menyembunyikan tubuhmu tapi tidak panas airmatamu.
hujan ingin bercerita tentang sebuah kisah yang mampu membuatmu tertawa
tapi ternyata telingamu telah berubah jadi pelupuk mata
yang menangis yang lebih dicintai anak-anak air mata.
hujan memiliki tangan, kau tahu?
dia ingin merengkuh pundakmu yang berat
menyeka airmatamu yang lara
setelahnya mendekapmu hingga kau terlelap.
hujan akan menjagamu sepanjang malam
memunguti kesedihan-kesedihan di matamu
lalu memindahkan ke matanya, sungguh ia rela.
menjelang pagi ia akan pergi dan meninggalkan pelangi
untuk kau pandangi. dari ketinggian ia akan tersenyum memandangi wajahmu berseri-seri
meski ia menyimpan kesedihanmu yang harus ia rintikkan kembali

Tamira

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar