small

Jumat, 03 Mei 2013

Di Pantaiku

gambar: kantonglaci.blogspot.com


(1) Di Pantaiku

tak perlu kau mengerti tiap butir pasir di pantaiku
atau coba membaca debur ombak yang mengirimmu

di sana
rebah saja, bersarang
kupeluk kau selamanya



Jakarta, 20 Juni, 2011
@mentarimeida




(2) Seperti Angin

dan kamu tiba-tiba saja menjelma angin sore, menyapa daun-daun tua yang kesepian, menguning dan hampir gugur di pucuk dahan itu. helai-helai daun yang hampir kehilangan percaya, tak berdaya.

seperti juga angin, kau mengantarkan sejuk, hingga aku senang berdansa dalam bola matamu yang serupa kolam. tak habis-habis menggenang, bayangku padamu.

Friday, June 10, 2011@mentarimeida


(3) Kereta

bukan kah kita selalu menunggu di stasiun, menanti kereta yang datang. lalu kau bilang tak mengerti tentang kisah perjalanan kereta yang datang, menjemput sekaligus menjauhi. kita menunggu kereta yang satu tujuan. tapi mungkin saja ditengah perjalanan ada kisah yang harus diputuskan, sehingga sebelum pagi datang lagi kita sudah berbeda arah. entah kau yang turun lebih dahulu di stasiun depan, atau mungkin juga aku.


Wednesday, June 1, 2011
@mentarimeida




(4) Mentari Akhir Mei

kutinggalkan saja biru
perjalanan lalu
di senjasenja yang terbakar
meluruhlah segala tangis
rupamu

biar terbenam jingga
membawa kisah
"esok pagi juga datang lagi," katamu
mengirim burung bernyanyi
percaya saja

menutup cerita
denganmu
semoga berbahagia



Jakarta, 31 Mei, 2011
@mentarimeida




(5) Di Kotamu Semoga Kau Ingat Aku

Kutitipkan cinta di kantung kemejamu. Dekat ke dadamu. Hati. Semoga terus berdegup seiring detak jantungmu. Lalu kau ingat aku. Di kotamu.

Semoga tak luntur katunmu yang biru. Menyerap peluhpeluh perjalanan. Cinta yang kusisipkan itu akan mengerti. Merasai juga aku. Bekal untukmu membahagiakan nanti.




Bekasi, 21 May, 2011
@mentarimeida


Sumber: perempuanbulanmei.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar