small

Rabu, 15 Mei 2013

Menunggu esok




Lama kemarau itu gentayangan
Di antara kelopak hati yang risau
Menanti kabut awan
Yang sekian lama terpanggang

Siapakah sosok
Yang membukakan mata hati
Hujan telah menggebu-gebu
Daun telah mengepak-ngepak

Tapi sayang daun dan hujan
Tidak sempat berkenalan
Hingga daun kembali menunggu esok
Menunggu hujan untuk berjabat tangan 

(Ferdinaen - 2009.)

Gambar: redcheekinda.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar