small

Rabu, 24 November 2010

Bintang Kejora di Tepian Laut

Tak lekang dari ingatan saat sinar senja bertabur diantara awan yang beradu di atas langit. Kau tak jua beranjak dari tempatmu duduk di tepi sebuah pantai itu. Kau tatap kosong diantara setiap gelombang yang terbelah oleh perahu nelayan yang lekas pulang. Kau nikmati setiap helai belaian angin laut yang terburai diantara wajahmu serta celotehan burung gereja yang mengajakmu pulang.

Kenapa kau masih disini dan sendiri, Tuan?. Duduk mendekap erat kedua kakimu. Seakan kau tak peduli lagi, langit menjadi semakin hitam dan sepi mulai menghampirimu. Apakah yang kau tunggu, Tuan?.

Saat angkasa menjadi hitam lekat dan angin laut mulai menggigilkan tubuhmu, bintangkah yang kau inginkan muncul seperti cahaya kota yang terjauh. Dan kau inginkan sebuah bintang kejora yang bersinar paling indah datang padamu dengan senyuman aneh yang selalu kau rindukan.

Bukan hari ini bintang itu datang, Tuan. Tapi jangan pula kau jemu menunggunya di tempat biasa kau merindukannya. Karna bintang itu akan bersinar padamu tepat pada saatnya tiba nanti.

--
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar