small

Kamis, 25 November 2010

mengingatmu

dalam beranda malam
berteman dengan secangkir rembulan
dan sepiring bintang yang tak begitu terang
aku hisap sebatang angan
yang tersandar pada kursi kehidupan

mengingatmu,
menggoreskan air mata dalam sanubari
menyayat nadi-nadi kepiluan
meresapkan kegalauan ke jantung
bersama buliran kerinduan

mengingatmu,
menerbangkan kenangan masa silam
saat menuntun langkah menantang keangkuhan
melompat meraih rajutan mimpi
menunduk bersama kesahajaan
ajari menari merendahkan hati

mengingatmu,
menegaskan kembali
petuah yang terikat kuat pada tiang hati
menjaga segenap jiwa
agar tetap tergembala dalam kebeningan mata air suci

mengingatmu,
terpercik bahagia
karena kutahu kau telah bahagia
dalam pangkuanNYA


by: "Kuncara Agung" 

[Mar 12, 2009]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar