small

Tampilkan postingan dengan label -Hapsari Wirastuti Susetianingtyas-. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label -Hapsari Wirastuti Susetianingtyas-. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Februari 2011

Meski tlah jauh bayangmu bersembunyi


Setangkai kamboja telah terjatuh
Bagai menerpa desahan angin
Menyerbak wangi walau layu
Tak menangkis sentuhan sayu

Dia telah datang bersama bayu
Menggali gelombang yang tak tertanam
Entah mengapa kadang menyeruak keluar
Jauh..dan lebih dalam

Lirih kudengar suara merdu
Dari balik kecapi yang mengalun
Meski tlah jauh bayangmu bersembunyi
Tetap ku hembas rinduku
Pada siluet cahaya merah jambu
 
--
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

Aku dan Kau yang Sempurna

Aku adalah mentari yang menyapa hari
Kau adalah tetesan embun yang menyejukkan pagi

Aku adalah matahari yang menghiasi cakrawala
Kau adalah warna keemasan yang menyelimutinya

Aku adalah bulan yang menemani malam
Kau adalah bulatan yang membuatnya purnama

Aku adalah hujan yang menyirami bumi
Kau adalah gemercik air yang mengalunkan lagu

Aku adalah pelangi yang mewarnai angkasa
Kau adalah lengkungan warna sprektum cahaya

Aku adalah senja yang mengarak sang surya turun
Kau adalah lembayung yang membatasi cakrawala di ujung laut

Aku adalah bintang kejora yang terkelip diangkasa
Kau adalah sinar yang menyorotkan bias nur

Aku adalah kelopak yang membentuk indahnya bunga
Kau adalah harum yang memekarkan kuntum

Aku adalah peri yang ingin mengapai angkasa
Kau adalah sayap yang menerbangkanku lebih tinggi

Aku adalah jasad yang membentuk tubuh
Kau adalah ruh yang menggerakkan raga

Dalam sejuta makna aku dan kau
Aku adalah manusia yang sangat biasa
Dan kau adalah sosok yang selalu terpikir
Bahwa aku adalah kau yang sempurna,..

--
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

Sabtu, 15 Januari 2011

Untukmu Sahabat

Saat ku tertatih menuruni mimpi
Kau ajariku untuk selalu optimis
Saat ku takut menapaki hari
Kau ajariku untuk selalu tegar
Saat ku bimbang memilih tujuan
Kau ajariku untuk selalu berserah
Saat ku terpaksa menempuh takdir
Kau ajariku untuk selalu ikhlas

Sahabat,..
Kau hadirkan jejak jiwa yang bergema
Setia menyapa dalam sejuta kisah
Karena mimpi, hari, tujuan dan takdir
Hanyalah sebentuk pengabdian

--
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

Bintang itu Matahariku

Bintang tak seharusnya berkilauan sendiri dilangit
Harus ada gugusan yang menyertainya
Tapi harus tetap kau tunjuk satu diantaranya
Dialah yang paling berkilau untuk hatimu

Dan bagiku bintang itu adalah MATAHARIKU
Kilaunya membuatku tak bisa berhenti berangan
Bahwa setiap hari aku akan selalu memandanginya
Sembari memberikan senyum terindahku
Agar hangatnya bisa kurasakan merasuki jiwaku

--
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

Rabu, 24 November 2010

Aku Tau Kau Hanya Cemburu

Aku sadar
Saat Amarahmu terbakar kala ku sulut
Dengan lantunkan indah kisah lalu
Ku berkeras untuk menuturkannya
Dan menyingkirkan perasaanmu

Aku sadar
Saat kau salahkan diriku
Atas perihmu dengan segala keegoisanku
Yang tak pernah peduli
Hanya ada satu namaku dihatimu

Aku sadar
Saat kau sangkakan aku dengan tebakanmu
Ku tau kau tak benar-benar menduga
Karena kau tau kaulah labuhan hatiku
Dan kaulah tempatku kembali

Aku sadar
Kau hanya cemburu,..Ku coba mengerti,..
You just want to tell me how much You Love Me…

--
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

Bintang Kejora di Tepian Laut

Tak lekang dari ingatan saat sinar senja bertabur diantara awan yang beradu di atas langit. Kau tak jua beranjak dari tempatmu duduk di tepi sebuah pantai itu. Kau tatap kosong diantara setiap gelombang yang terbelah oleh perahu nelayan yang lekas pulang. Kau nikmati setiap helai belaian angin laut yang terburai diantara wajahmu serta celotehan burung gereja yang mengajakmu pulang.

Kenapa kau masih disini dan sendiri, Tuan?. Duduk mendekap erat kedua kakimu. Seakan kau tak peduli lagi, langit menjadi semakin hitam dan sepi mulai menghampirimu. Apakah yang kau tunggu, Tuan?.

Saat angkasa menjadi hitam lekat dan angin laut mulai menggigilkan tubuhmu, bintangkah yang kau inginkan muncul seperti cahaya kota yang terjauh. Dan kau inginkan sebuah bintang kejora yang bersinar paling indah datang padamu dengan senyuman aneh yang selalu kau rindukan.

Bukan hari ini bintang itu datang, Tuan. Tapi jangan pula kau jemu menunggunya di tempat biasa kau merindukannya. Karna bintang itu akan bersinar padamu tepat pada saatnya tiba nanti.

--
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

Minggu, 26 September 2010

Bidadari Bukan milikmu lagi

Jam pasir telah tertumpah
Menunjuk waktumu tak tersisa
Ruang cintamu tlah tertutup
Takkan lagi ada sudut cinta yang terpatri

Kau bukan lagi seonggok hati
Bukan sejumput impian yang teringini
Bukan sang penghibur yang mengelitiki jiwa
Bukan pula penjaga yang menggelilingi sukma

Langkah yang oleng tlah terhenti
Batin tersiksa takkan lagi terdustai
Angin takkan lagi membisukan rahasia
Kisah yang salah di sisa hati

Detikmu sudah habis
Arah hembusanmu telah terarak
Ikrarmu telah terjanji
Pertanda bidadari bukan milikmu lagi

--
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas