small

Tampilkan postingan dengan label bidadari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bidadari. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Februari 2011

Kau tetap bidadari kecil ku


Sepenggal Kisah Cinta kita
Kini telah hilang di telah sirna ditelan sang surya
Meski pernah ku kecap bahagia dengannya
Tapi kini harus ku telan pahitnya sang duka

Layu sudah semua keindahan cinta
Keceriaan hati telah berpudar karenanya
Kucurahkan air mata ini demi rasa
Tak Dapat terbantahkan semuanya

Biarlah kan tetap kusimpan rasa cintaku untukmu
Biarlah kau tahu hingga kini ku takbisa tikam rinduku
Biarlah Ku tetap menyangimu setulus hatiku
Biarlah Semua hanya menjadi kenangan kalbu

Oh tuhan ku tak kuasa melupakan dirinya
Saat kau bisikan rasa yang ada
Karena terlalu besar asa yang tersisa
Kan selalu kepeluk bayanganmu seperinyata

Pernah mencintaimu seindah cahaya pagi
Pernah Memilikimu telah membuka mata hati
Kau telah menggenggam hatiku
Karena hanya dirimu yang terlukis dalam pigura hatiku
Walau Perih ku rasa, kau tetap bidadari kecil ku.

--
Best Regard
Erwin Arianto,SE

Kamis, 25 November 2010

Bidadari yang kembali kusebut namanya

Hampir satu tahun terlalui
Sebuah hasrat diri kembali
melampaui batas rasa teringini
Hanya untuk mengetahui kabarnya kini
Dia yang pernah bermain di dalam hati
Memberi mimpi-mimpi yang membuai diri
Pernah kurajut benang-benang mimpi
Menjadi sebuah kenyataan yang tak terjadi
Memang kisah kita itu indah
Walau kita terikat dalam kisah yang salah
tapi jangan lah pernah tersesali
Karena sebuah cinta sejati tak memiliki
BIdadari yang kembali kusebut namanya
Dihatimu mungkin tersimpan luka
Diwaktu ku ini ijinkan aku meminta
Untuk bisa termaafkan atas luka didada
Kudengar kabarmu kini telah bersamanya
Membuat janji tuk hidup bersama
Teriring doa agar kau selalu bahagia
Dari angin mu yang selalu mencinta

Best Regard
Erwin Arianto,SEDepok 15 Agustus 2008

Minggu, 26 September 2010

Bidadari Bukan milikmu lagi

Jam pasir telah tertumpah
Menunjuk waktumu tak tersisa
Ruang cintamu tlah tertutup
Takkan lagi ada sudut cinta yang terpatri

Kau bukan lagi seonggok hati
Bukan sejumput impian yang teringini
Bukan sang penghibur yang mengelitiki jiwa
Bukan pula penjaga yang menggelilingi sukma

Langkah yang oleng tlah terhenti
Batin tersiksa takkan lagi terdustai
Angin takkan lagi membisukan rahasia
Kisah yang salah di sisa hati

Detikmu sudah habis
Arah hembusanmu telah terarak
Ikrarmu telah terjanji
Pertanda bidadari bukan milikmu lagi

--
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

Nafas Bidadari

Angin kali ini sangat sumbang
Melukai menusuk tulang
Hembusannya menantang
Tetapi membuat diri tak tenang
Kenapa angin menjadi bimbang
Angin malam ini terasa sepi
Tanpa bulan menemani
Angin siang tadi tak berarti
Tanpa matahari menyinari
Hembusan angin akan berlari
Untuk sayap bidadari
Kenapa angin harus berbagi
Dengan bulan, matahari dan bidadari
Ah¡Ă„andai angin punya satu mimpi
Hanya untuk memberi napas dibumi
Kuberikan saja angin padamu bulan
Agar malammu menjadi menawan
Kuberikan saja angin padamu matahari
Agar sinarmu tidak menyakiti
Bidadari tidak punya sayap untuk angin terbangkan
Bidadari hanya ingin menggapai angan
Bersama napas kehidupan
Bukan hanya sekedar hembusan angin

"Berhembuslah kencang bersama matahari dan bulan"
By : Erwin Arianto