small

Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2013

CINTAKU PALSU

CINTAKU PALSU
Rudi Setiawan

Cintaku pada-Mu seperti cendawan di musim penghujan
hanya tumbuh disaat aku butuh.
Rinduku pada-Mu penuh dengan kepalsuan
kusembunyikan dibalik topeng ketaatan
Kupuji diri-Mu dengan slogan-slogan kemunafikan
kupamerkan dengan sombong dan arogan
Kurayu diri-Mu dalam puisi-puisi palsu
kupahat pada dinding-dinding kosong jiwaku
Dengan bangga kusebut Kau sebagai kekasih
Tetapi aku memperlakukan-Mu seperti keranjang sampah
Tempat kubuang semua keluh kesah dan sumpah serapah

Wahai (yang kuanggap) Kekasih
Engkau tahu bahwa aku tak bisa bersungguh-sungguh mencinta-Mu
Engkau tahu bahwa aku hanya berpura-pura memuja-Mu
Engkau tahu bahwa dibalik sujudku tersimpan kepongahanku
Engkau tahu bahwa dalam persembahanku terselip racun kebencianku

Duhai (yang kupaksa) Kekasih
Saban hari Kau curahi aku kasih sayang-Mu
Dan saban hari pula aku mencaci maki diri-Mu
Setiap waktu Kau limpahi aku karunia-karunia-Mu
Dan setiap waktu pula aku berpaling dari-Mu

Wahai (yang kukira) Kekasih
Apatah pantas aku berlari dari-Mu
Apatah bisa aku bersembunyi dari-MU
Apatah mampu aku menghindar dari-Mu
Jika nanti Kau memanggilku
Perlakukan aku seperti kekasih-Mu
(meski hanya pura-pura)

Doha, 15 November 2009


Sumber : kumpulankaryapuisi.blogspot.com

Rabu, 23 Oktober 2013

Aku Mencintai Kejauhan | Adi Nugroho *****

1. Aku Mencintai Kejauhan (1)

Karena kita jauh. Semua menjadi serba riuh. Mudah merindu pada waktu-waktu yang terbentang dari subuh ke subuh. Kalau boleh jujur, aku pun mencintaimu karena kita jauh. Namun, mengajarkanku bagaimana dekat denganmu. Jauh dari tatapan mata, membimbingku pada kemuliaan padamu. saat kau dihadapku jauh dari ekspresi jiwa, aku mepersiapkan segala rupa kebahagiaan untukmu. bahkan jauh dari sekadar bertegur sapa lewat awan biru, menuntunku untuk melantunkan keberkahan jiwa kala bersapa padamu. Dan jauhlah yang mengajariku makna cinta. Agar aku bisa mencinta secara perlahan, bermula ungkapan kata-kata yang terjalin dari goresan makna. Aku mulai tahu namamu, siapa dirimu. Semua serba indah, aku mencintaimu pada pandangan pertama dan pandangan selanjutnya sampai surga membersamai kita. Karena jauhlah, aku tahu indahnya kedekatan kita.


2. Lilin Kecil

Tanganku masih menengadah dibawahmu. Untuk menampung bagian tubuhmu yang lumer terbakar api. Sampai kapan kau akan tetap begitu. Dirimu begitu banyak didekati,tak kurang seribu kunang bermain di sampingmu. Juga tak hilang tiap pujangga menyebut namamu. Tapi, kenapa? Kau tega menghabiskan tubuhmu untuk menebar cinta. Kau bakar dirimu untuk menyulut senja. Namun, diriku tetap menjagamu. Menampung sisa tubuhmu dengan sedikit sumbu. Kau tetap lilin kecilku. Meski kau tak seperti dulu



Tetes embun matamukah itu
Yang menyeka gurat wajah yang siluet
dari tampiasnya awan di pelupuk alis
sebab bola matamu telah menggelinding
ke ufuk hatiku

siapa lagi? Itu pasti kamu

lautan senyummukah itu
yang membasahi tidur malamku

itu pasti kamu

yang menuliskan sajak dikulit dadaku
dan berakhir diselaput jantungku


4. NAMAMU
Telah kupahat namamu
dibatu itu,
dengan air mata kesenyapan.
kau pergi membawa debu.
Hinga tersisa batu.
Bertanggal hari kepergiamu



5. Bertukar Senja
Hari ini kita bertukar senja 
Kau bungkus dengan rona
Dan aku membingkisnya lewat aurora
Lalu kita membisiknya sebagai cinta

Liang-liang jurang sajak di ruang tunggu
Menyelip kerlip, kau memanja lagu
Berayun-ayun di akar lentik mataku
Aku suka menyebutnya sebagai rindu
Itu terjadi di malam yang demam
Kala doaku menderas menyungai di garis wajahku

Lalu menguap namamu
Dan membuka suaramu dilemari hati

Kin senja telah bertukar, kau peluk jnatungku
Dan kukecup aliran darahmu
Kini malam, sudahlah waktu tidur.
Biar esok kita bertukar fajar

Dilekung air laut aku temukan
Cinta itu engkau lewat deras arus buih
Rindu itu engkau, pada jejak langkah siang dan malam
Aku pun engkau, di detik detak jantungku


Sumber: ijonkmuhammad.tumblr.com



Senin, 06 Mei 2013

Pusara Cinta

gambar: puisigalau.net


Pusara Cinta
cinta
kita

menggali makam sendiri
mencari liang untuk kita tiduri nanti
pada masa yang paling abadi

pada tanah merah
yang kadang basah atau kerontang
kita tentu mencari selimut yang paling nyaman untuk menemani
sehingga nanti kita bisa indah bermimpi

rasa masih begini anomali
nama kita tak akan mengukir lagi
di nisan yang sama

kita sudah sampai di sini
aku akan mengenang, menziarahi
sekadar mempusarai
kita pernah sehati


-Dalam perjalanan ke Depok, 11 Desember 2010-
Mentari Meida



Kita Adalah Nol

kau tidak akan kehilangan
sebab kita tidak pernah punya apa-apa
tak ada yang (sungguh-sungguh) datang
dan pergi

kita tak kan pernah kehilangan
semua milikNya
milikNya

kita adalah nol


Jakarta, 3 desember 2010
Mentari Meida




Aku Menulis Namamu Di Gerimis
aku menulis namamu di gerimis*
pada hujan yang turun malam-malam
atau datang kepagian
supaya kau jatuh, membaur
bersama genangan

aku menulis namamu di gerimis
biar kau mengalir
pergi jauh ke muara

pulang saja ke asalmu!


Jakarta, 2 Desember 2010
Mentari Meida




Jika Aku Ucapkan Selamat Tinggal
mungkin aku akan merindukanmu, suatu hari
ketika langit cerah. menanyai hati sendiri
bagaimana kabarmu hari ini?

mungkin aku akan merindukan kotamu
suasananya, petang yang kita gemari
atau pagi-pagi yang kita sambut dengan senyuman

aku pasti merindukan Ibu, yang selalu mendoakan
kebahagiaan kita. yang selalu mengusap ubun-ubunku
pelan-pelan setelah ia membuat Salib
antara dahi, dada, dan bahunya

mengucapkan doa-doa kristiani
yang entah bagaimana pun caranya
ia hanya mendoakan kita

jika aku mengucapkan selamat tinggal
mungkinkah kau menjadi lebih bahagia?
mungkinkah aku menyesal?
mungkinkah?
mungkin.

Jakarta, 30 November 2010
Mentari Meida




Menunggu Waktu
kita seperti menunggu waktu
menunggu, menunggu, tanpa tuju
sementara detik detik setia, seperti tak ada habisnya
mengukir kenangan kita
yang mungkin nanti tersisa

sementara kita hanya menunggu
seperti sebuah kebodohan
tapi seseorang berkata, "kau hanya ketakutan."
ketakutan yang memenjarakan
membuang-buang waktu pada yang (mungkin) menunggu di luar sana.

sayang, kita hanya menunggu karena ketakutan
yang begitu tak terkira. sementara kau kira laju?

padahal kita berjalan di tempat, dalam kabut lindap
dalam gelap tak berpelita, tanpa arah tujuan

Jakarta, 2 November 2010
Mentari Meida



Alamat
pada bayu menderu
kutitipkan pesan

suatu pagi adakah kau dengar
gemerisik dedaunan lepas

sampaikah ia di alamatmu?
Thursday, October 14, 2010Mentari Meida




Ombak dan Perahu Kertas
aku titipkan duka pada laut
biar ia mengambang, timbul tenggelam
kamu adalah ombak
nanti datang nanti menghilang

aku perahu kertas
berlayar tanpa arah
mengikutimu saja
kadang karam kadang menerjang

bawa aku dengan arusmu
yang kencang dan tajam
sampaikan aku pada daratan
biar nanti di sana kutinggalkan
semua luka-luka
mengering
terlupakan

Friday, August 20, 2010
Mentari Meida


Sumber: perempuanbulanmei.blogspot.com

Minggu, 05 Mei 2013

Cintaku Tak Ingat Pulang

gambar: facebook.com




Cintaku Tak Ingat Pulang


Tak ada lagi yang mengetuk pintu. Tak usah kau tunggu, menanti. Sementara aku bukan sekadar terlambat pulang, tapi lupa jalanan yang biasa dilalui denganmu, yang menderu itu. Resahku begitu tersesat namun sahaja cinta yakin kemana menuju. Tau yang kumau.

Ia hanya tak ingin pulang kerumah dimana kau menunggu gelisah.



Jakarta, 25 February 2011
@mentarimeida




Tamat

Ketika kita tinggal memori,

tak perlu ada lagi penantian tak berbatas waktu yang kau tunggu meski kau bisa, selain ajal. Pintu kututup rapat sudah. Mengintip pun angin tak kuasa. Pengap memang. Tapi hati yang lama terpenjara bernafas lega, akhirnya tak risau dikerubung gema pertanyaan yang tak pernah berujung pada jawab. Lagu mana yang harus diputar, mengantarkan engkau pulang. Aku tak pernah diajarkan, mungkin seharusnya menjadi kebiasaan masa depan, menyiapkan kata perpisahan atau surat untuk dikirimkan. Tak kubuat juga puisi mengiris hati. Sudah cukup semua. Bahkan kita tak perlu kata pengantar. Tamat.


Bekasi, 19 Februari 2011

@mentarimeida




Tamu


ada yang datang (lagi)
mengetuk pintu
menerbitkan riak di perutku
ini rindu

ada yang hadir
di ruang tamu
dalam hatiku
kamu.


Bekasi, 12 Februari 2011

@mentarimeida




Tidak Lelahkah Kau

: Shanti Hapsari


telah kutanyakan padamu
tidak lelahkah kau
menjadi pokok berbunga
yang setia mematung saja
di tepi jalan sepi itu
menanti pengembara yang berjalan
setiap hari di sana
tanpa memandang kembangmu
karena ia lurus saja mencari
matahari yang jelas bersinar
sementara ranting-rantingmu
serupa jari-jari berdoa

meski sudah kau palangi gerbangmu
dan pintumu pun kau kunci
ia menyelinap kedalam mimpimu
lewat lubang galian pencuri*

tidakkah baiknya kau
mempusarai saja mimpi
lalu tetap terjaga
letihlah, sayang,
menjadi rumput yang diam-diam
memandangi punggung langit
cari saja embun
yang membasuh tiap lukamu
setia hingga pagi
atau serangga yang senang hinggap
membuatmu tertawa hingga petang

pada saat mentari terbenam, awan berarak bagai bendera
aku pun mulai merenung:
apa pula makna mencintai seseorang yang di luar raih tanganku ini**



Bekasi, 22 Januari 2011

@mentarimeida




Rendevous - Cintamu di Jogjakarta


Barangkali aku bayi yang baru lahir dari rahim dunia
Masih buta, masih meraba
Jadi, jangan kau tanya tentang cinta

Cintamu yang abadi di Jogjakarta,
Telah tiada
Ini Jakarta!
Jangan kau harap bayang-bayangnya menjelma padaku
Besok pagi ketika mataku menatap cahaya,
lalu kau bilang cinta selamanya

Pertemuan kita sederhana, tiba-tiba
Aku masih mengais mencari susu di payudara ibuku
Bukan kupu-kupu yang rekah dari kepompongnya
Lalu terbang sendiri, tergesa

Mataku baru hendak menatap dunia
Masih hendak berkelana
Jangan kau tawarkan cinta
Membelenggu kakiku yang bahkan baru hendak merangkak

Mengapa kau tak kembali saja
Ke makamnya, mencari jasadnya
Mungkin esok senja mampu kau temukan jiwanya
Yang mencintaimu segenap raga

Pertemuan kita biasa saja
Tidak ada gejala yang mampu menimbulkan cinta
Pulanglah...
Malam sudah tiba
Ini Jakarta
Aku masih ingin terlelap dalam hangat
dekapan dada ibuku



15 Maret 2009

@mentarimeida



Sumber: perempuanbulanmei.blogspot.com

Sabtu, 28 April 2012

DUKA CINTA


Mungkin aku memang Lemah
Mungkin aku tak pernah punyai Lelah
Saat ku terdiam menangisi, keputusan ku tuk Meninggalkanmu
Terus ku terpaku oleh harapan harapan Semu


Sepertinya sudah terlalu banyak ku Tulis
Telah cukup dalam rasa hati ku Teriris
Agar ku bisa coba lagi CINTA dari Mula
Dengan seseorng yang mampu Merasakannya

Namun CINTA ku kepada mu tetap Bertahan
Di sekeping hati ini pun CINTA untuk mu masih Kurasakan
KERINDUAN ku akan kehadiran mu tak pernah bisa Sirna
Walaopun Hanya sekejap Saja

Sabtu, 15 Januari 2011

konsep cintaku

Detik dan menit terus menuntunku
Mengantarku dari anak-anak menuju dewasa
Mengajarkanku apa artinya cinta

Orang bilang cinta adalah saat kau tertarik kepadanya
Orang bilang cinta adalah saat kau sering menyebut namanya
Orang bilang cinta adalah saat kau merindukannya
Orang bilang cinta adalah saat kau takut kehilangannya

Tapi itu bukan arti cinta
Itu ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta
Hati-hati dengan jatuh cinta
Sudah jatuh ketimpah tangga pula

Rasanya sungguh sakit dan tersiksa
Bisa-bisa jadi orang gila
Lebih baik membangun cinta
Tidak sakit dan tidak sengsara

Hanya jaga diri dan jangan banyak mengumbar kata
SIMPATI, SIMPAn dalam HaTI bila kau suka
Tapi awas jangan sampai memalingkanmu dariNya

Bila tiba saatnya ….
Bolehlah kau deklarasikan cinta
Lewat ikatan suci halalkan berdua
Sekarang siapkan saja dulu diri

Ketimbang mencari-cari yang tak pasti
Agar beruntung dikemudian hari
Cinta bersemi lagi diridhoi ilahi

Note:

setiap orang memiliki konsep cintanya masing-masing, dan inilah konsep cintaku. Yang terpenting adalah bagaimana konsep cinta itu dapat membuat hidup kita lebih produktif. Aku selalu ingin menjadi orang yang membangun cinta, bukan orang yang menghamba cinta. Aku memang tengah jatuh cinta pada seseorang, tapi sekarang aku sudah jauh dengannya, ini saatku untuk membenahi diri, menjadi lebih produktif.


by: "backtoquran"

doaku untuk cinta

Perasaanku sudah tak mau bicara
Bukan bosan melainkan habis kata-kata
Sudah terlalu banyak ia bercerita
Tentang sesuatu yang dinamakan cinta

Apakah salah jika aku mendamba?
Seseorang yang bersemayam di hati sejak lama
Sungguh perkara sulit untuk melupakannya
Dan aku pun enggan untuk melupakannya

Namun sungguh tak ingin habis waktuku karenanya
Mendamba, mendamba, dan teruuus mendamba
Padahal persoalan hidup bukan hanya untuk cinta
Cinta hanya bagian kecil tuk raih ketenangan jiwa

Berapa lamakah kita hidup di dunia?
Sehingga seseorang rela gadaikan hidupnya hanya untuk cinta
Tak adakah sesuatu yang lebih berharga darinya?
Aku memang sedang terbuai cinta

Ku kira mudah untuk melupakannya
Ternyata hati ini semakin cenderung kepadanya
Sedang aku tak tahu apa-apa tentang esok dan lusa
Akankah cinta ini bersemi indah atau sebaliknya?

Aku pergi tinggalkan negeri tercinta
Untuk menggapai cita-cita
Sungguh aku ingin jauh darinya
Bukan karena benci terhadapnya

Melainkan terlalu mengharap dan mendambakannya
Membuat jarak mungkin akan memnbuat kami terjaga
Dari saling tatap yang menghimpit jiwa
Dari jalan berdua yang disengaja atau tak disengaja

Yaa Allah yang telah anugerahkan rasa cinta
Sungguh aku telah berani bicara seenaknya
Tapi inilah aku yang tak mampu membendung kata
Bila ia telah lepas dari rantai hati yang membelenggunya

Ampunilah diriku atas segala dosa
Kabulkanlah harapan dan doa kami bila itu baik di akherat dan di dunia

Note:
puisi ini aku tulis sebelum meninggalkannya, ia tersimpan di blog ku, dan tak pernah diketahuinya. kalau aku depertemukan dengannya suatu saat, maka puisi ini akan menjadi hadiah terindah untuknya, namun bila sebaliknya, maka puisi ini hanya akan menjadi lebaran kertas yang berada di tempat sampah, tak pantas lagi.



by: "backtoquran"

CINTA BUKAN HANYA PERGOLAKAN RAGA

banyak hari ku memandang awan
namun tak biasanya hari ini berwarna darah
cincin yg aku kenakan melebur menjadi raksa
sumpah aku masih sayang dia

banyak air yg kusentuh
namun tak biasanya air ini berasa asam
sayank...rambutku masih lurus tergerai
relaku menempatkanmu diatas suciku

aku tarik pedang kehormatan
kau membuka tabir kepalsuan cinta kita
aku menaruh buah durja dalam benihnya
kau tertawa seakan esok masih ada

sayank...ijinkan aku sentuh dadamu yg bidang
biar aku rasakan denyut jantungnya
aku takut kehilangan, aku takut diduakan
CINTA kita...bukan hanya pergolakan raga

-afif-

Kamis, 25 November 2010

Bagi Mereka

Bagi mereka yang tak mengerti
Cinta adalah luka hati
Yang hanya menyakiti
Disetiap waktu dalam rangkaian hari

Bagi mereka yang melihat
Cinta adalah lukisan jiwa
Yang terindah yang pernah ada
Yang membuat mereka buta

Bagi mereka yang mendengar
Cinta bagai suara nyanyian hati
Termerdu disetiap nadi
Meski perlahan kan membuat tuli

Bagi mereka yang mencari
Cinta adalah misteri
Yang mereka coba temukan
Tuk memastikan tujuan

Bagi mereka yang merela
Cinta adalah penyerahan seluruh jiwa
Penyatuan seluruh asa
Hingga tak lagi diperlukan kata-kata

2 Februari 2004

by: "Muhammad Rosyid Budiman"

Rabu, 24 November 2010

Cinta itu buat kamu

Seandainya rembulan itu hadir didalam qalbuku
Penuhi setiap relung hati dan jiwaku
Dan kemudian menerangi sisi hidupku
Akulah insan yg tengah dirundung rindu
Adakah engkau tahu isi hatiku?

Mega yang membiru dengan megahnya
Seindah tatapan kasih sang cinta
Deburan ombak yang mendebarkan dada
Sungguh tak sanggup daku dibuatnya
Adakah engkau rasakan debar rinduku?

Seandainya dia hadir tuk temaniku
Kan ku tanya alam? Inikah cintaku?
Seandainya dia kekasih cintaku
Kan berucapku lirih rindu akan hadirmu

Sungguh....cinta hadir dalam hatiku
Memenuhi disetiap rongga dadaku
Deburan rindu hempas benteng cintaku
Akankah kau merindukan aku?

Sungguh...cinta ini hanya buat kamu.

16 september 2008]

Norak

Cinta terkadang norak
Tak bersusup prinsip
Juga tak bermalu bila tertolak
Kadang tekad kuat mengubur
Namun rindu selalu datang merekah
Merawat resah hati
Disaat matahari tenggelam mengandeng hari
Akan tetapi, puing ingatan kini telah terganti
Sajak cinta telah ditulis kembali
Tunas pohon Ranggas-pun telah ulang bertumbuh
Oleh sosok dipenghujung hari
Pelepas piluh lelah dan rindu hati
Itulah…kukata. .terkadang aku menjadi norak
Karena Jatuh Cinta…

by: "lena11_huang" [Feb 6, 200]

Tanpa Judul

sesaat kukenal dirimu aku ragu
seindah apa kau dihatiku
tapi saat kita makin kesini
aku sadar kau memang pantas termilki
bukan elok wajah yang kau punya
namun tulus hati yang selalu ada
bukan lembut tutur yang tercipta
namun ketenangan saat kita bersama
entah aku buta atau memang inilah cinta
namun hanya kau penghapus lara
entah kau sang malaikat cinta
namun hadirmu merubah warna hidupku
kini hanya sedetik tak melihat senyummu
seakan dunia berhenti berputar
kini sedetik tak kulihat candamu
seakan jantung tak lagi berdetak
walau kau bukan yang pertama dihati
namun kau lah yang pertama mengisi relung hati
walau masih kusimpan namanya
tapi yakinlah ini hanya kenangan saja
kau yang kan selalu ada di jiwa


by: "Nita Kadamba" [Feb 14, 2009]

Katakan Cinta

aku ingin mengatakan, " aku cinta padamu"
sambil menatap dalam - dalam matamu
entah kenapa, aku tak berani

aku ingin menulis puisi
memberikan bunga kepadamu
mengutarakan isi hatiku

kurasa tak usahlah dengan kata - kata
tak usahlah memberi bunga segala
cintaku untukmu, selalu yang terbaik

mataku masih mencari sosokmu
telingaku masih mencari suaramu
tubuhku mengisyaratkan cinta padamu
hatiku masih kecewa saat kau menganggapku angin lalu

tapi, satu keyakinan tumbuh di hatiku,
kau akan mencintaiku

by: "stephanie_wiraatmaja" [Mar 9, 2009]

Kamis, 04 November 2010

When Love Finally Define

Aku yang berlindung dalam ringkuhmu
Bersembunyi di balik tangismu
Lemahku kujadikan kuatmu
Aku adalah sinar mentari yang bersembunyi di balik gelapmu

Tangismu adalah lukaku
Derap derai kisahmu adalah guratan-guratan nyata
yang kerap mengisi dan menjerat hatiku
Hati ini milikmu, meski tak sempat kau jamah bahkan hanya untuk sekedar kau lihat

Kucoba membuka tingkap-tingkap hati dan mencernanya
Dia yang kucari atau siapa?
Dirimu kah tanya?
Atau dirimu lah jawaban?
Semua berputar mengitari hati dan akal

Kucoba menarik diri, menarik hati
Namun jejak jejakmu terus menggali batasku
Siluet dari masa-masamu membayangi hariku
Aku terkurung dalam aura jiwamu

Namun pertahanan ini sudah tak lagi terbendung
Aku berlari pada ragamu
Aku tak lagi bersembunyi dalam gelapmu
Aku tak ingin menjadi pagi, aku ingin menjadi siang

Aku tak mau lagi menjadi semu
Karna aku adalah nyata, senyata hangat peluk yang selalu ada untukmu

Inspired by: Novel Dealova (about Ibel n Karra)

by: "yanny widjanarko" (Aug 23, 2009)

Ini bukan puisi cinta

Ini bukanlah puisi cinta...
yang mampu menggetarkan rasa,
tenangkan jiwa dalam lelah gundah,
endapkan lara obati luka sukma.

Ini bukanlah puisi cinta...
Yang mampu mengisi sepi,
menghibur diri ceriakan hati,
semaikan cita dalam nurani.

Ini bukan puisi cinta...
Ini hanyalah ungkapan rindu,
curahan rasa khawatirku,
karena aku tak bisa dampingi di sisimu.

by: "Kuncara Agung" @ Jul 30, 2009

CINTA

Cinta,
Engkaulah bulan yang meniti pelangi menyibak   mimpi,
Engkaulah bintang yang meniti malam menyinari relung hati,
Engkaulah embun pagi yang menetes lembut menyejukkan sanubari,
Engkaulah matahari yang membelah kabut menerangi hati.
  
Cinta,
Engkaulah hujan yang menyiram padang tandus kegersangan,
Engkaulah angin yang menghalau mendung di awan,
Engkaulah gelombang yang merangkul karang ke tepian,
Engkaulah air bening yang mengalir merasuk ke persendian.
  
Cinta,
Satu kata penuh makna yang mampu mengubah dunia,
Mengubah derita menjadi bahagia,
Mengubah sejahtera menjadi sengsara,
Mengubah segalanya, segalanya dan segalanya.
  
  
Putri solo - juni 2009, bulan penuh cinta.

Sederhananya cinta

Hai hati,mengapa aku terluka rasa?

karena tertolak cinta?

atau oleh hatinya yang ternyata mendua

cinta tak sesederhana susunan kata

terkadang hati ikut berperan bicara

dengan perlahan dia mencabut luka

sehingga sungguh...sungguh semakin terasa

perihnya....

Lena-11, 12 Agustus 2010

Senin, 01 November 2010

Dirimu tak terusik cinta

Jangan sebut aku pujangga
Jika aku tak mampu membuaimu dengan goresan pena
Hingga patah biar kata
Yang pasti bisa meluluhlantakan hatimu hingga tak berpola

Jangan sebut aku pujangga
Jika tak mampu ku tabutkan serindang mimpi
Kepada cium malam ini
Serta berjaga mengawal sepi

Jangan sebut aku pujangga
hanya karena aku selalu setia
Setia bermimpi pada satu wajah
Apakah diriku yang terlalu bangga
Atau hatimu yang terbuat dari adonan bata

Aku memang bukan pujangga
Nyatanya hatimu tidak terusik oleh cinta

Lena -11, 11 Agustus 2010

Rabu, 29 September 2010

Tanpa Judul

cinta apa yang kau kata
cinta mana yang kau rasa gundah

cintamu pada Kasih hanya tinggal kisah
seuntaian masa yang mestinya menyirna

usah kau kungkung hatimu dalam angan lalu
usah kau gadai jiwamu pada iblis yang kerap mengganggu

syukuri cinta yang ada untukmu kini
tak ada guna menghakimi diri sendiri
bahagia adalah hak kita
dan tinggallah kita yang mau menggamnya
atau lepaskan....

By : ummi saidah

Minggu, 26 September 2010

cinta sebatas sahabat

aku gak beharap lebih darimu
aku juga gak berharap jadi orang terpenting dalam hidupmu
karena itu harapan tersulit yang pernah kugapai

aku hanya berharap....
suatu saat nanti...
ketika kau dengar namaku...
kau akan berucap sambil tersenyum
ITU SAHABATKU ^-^

by : masmusoloulin