small

Tampilkan postingan dengan label masa lalu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masa lalu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juni 2014

Masa Lalu

Masa Lalu
Ditulis oleh Akbar Kasmiati


Dia hanya anak haram yang bersembunyi dalam rahim waktu
sayatannya masih meninggalkan luka
*
Dia hanya iblis dari teks kaku yang tuli dan bisu
petuahnya membawa bencana
*
Dia hanya ingin mengukur hingga sejauh mana
engkau telah meninggalkan perih yang berjejak darah dan air mata




Rindu
Ditulis oleh Akbar Kasmiati


Kusulam kenangan tentangmu
lalu kukenakan untuk menghalau
hawa sepi selepas engkau pergi
*
Sesekali kuteguk asa akan hadirmu
yang entah mengapa
hingga kini masih hangat
*
Kuhirup jejak aroma tubuhmu di udara
hingga menuntunku menatap kembali
seutas senyummu pada sebuah pigura
*
Komposisi saigon reunion Kitaro dari radio
memantik ingatanku tentang seekor gagak
bertengger di tiang listrik yang berlatar senja berkabut
sedang melantunkan sekuntum mawar yang gugur
*
Ibu, akan kurawat ini rindu
meski namamu telah terukirpada sebongkah nisan


Sumber: horisononline.or.id

Rabu, 28 Maret 2012

Secarik Luka Masa Lalu...


Secarik luka masa lalu...
Jika sekarang kau masih bisa tersenyum atas luka yang kau toreh untukku, 
Aku tersenyum telah terbebas darimu.
Jika suatu saat kamu menyadari kesalahanmu, 
Saat itu aku tak lagi (ingin) mengenalmu.

Jika suatu saat kau datang padaku membawa secarik penyesalan, 
Saat itu aku (telah) lupa kau pernah ada dalam penyesalanku.
Lebih baik hatiku membeku, 
Daripada harus membusuk di hatimu.

Maka waktu, jadilah kekasihku. 
Berdiri di sampingku. Peluk aku. 
Dan enyahkan kenangan masa lalu.

Oleh: Rinaii Hujan

Kamis, 25 November 2010

Dahulu

Masa lalu adalah mereka yang tidak lagi ada
Tapi bukan karena mereka hilang
Tetapi karena mereka telah berkembang

Sebagian melebur bersama nyanyian jiwa
Sebagian lain tercampur membaur membangun dirimu
Sekokoh apapun dirimu, kau adalah kumpulan masa lalumu
dan segera akan menjadi masa lalu

Bagi dirimu yang baru, yang terlahir oleh sang waktu
Tak setitik pun dari masa lalu dapat kau simpan
Kecuali mereka yang menyapa jiwa, meninggalkan kesan

Tak secuil pun dari mereka dapat kau temui lagi
Kecuali dalam wajah mereka yang baru
Yang mungkin takkan bisa kau temui
Selama kau tak bercermin melihat dirimu
Dan menemukan masa lalumu
Mengisi setiap sendi tubuhmu
Mengalir dalam setiap darah dalam setiap debar jantungmu

Masa lalumu bukan tuk dilupakan
Juga bukan tuk kembali diulang
Namun mereka ada tuk membangun dirimu
Membuat dirimu selalu baru

Masa lalu yang indah adalah anurah bagimu
Agar kau ingat apa yang tlah diberikannya padamu
Masa lalu yang pahit adalah peringatan
Agar kau tak lagi mengulang kesalahan
Ketika keduanya tlah bersatu barulah kau bisa melangkah maju


by: "Muhammad Rosyid Budiman"

29 Februari 2004