small

Tampilkan postingan dengan label ingat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ingat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 September 2013

Nama-nama dan Ingatan

Nama-nama dan Ingatan

Tiba-tiba begitu sulit mengingat namamu
padahal aku telah berada dalam tubuhmu. Kuhafal
benar suaramu, berlarian dan bergelantungan
di daun telinga dan kedua lenganku. Sering
tiba-tiba kau mematikan lampu dan bertanya

Siapa namamu?

Maka diamlah gelap
biar kuurai lubuk tubuhmu
agar nama-nama bebas dari ingatanku

Ke dataran jauh aku menghembus
membakar seluruh pakaian, sepatu, dan mantel
hujan yang pernah kukenakan. Kubiarkan asapnya
menyelubungi ingatan seolah leluhur
yang mengelilingiku

Suaramu menggema di lantai dasar sebuah hotel
sejenis erang yang membuat selimutku basah
dan tubuhku menjadi demam. Sekali lagi
kau mematikan lampu dan bertanya,

Siapa namamu?

Maka diamlah tubuh
biar kuurai seluruh ingatan, memisahkan
nama-nama dari hasrat yang menamainya
memulangkannya ke dalam suaramu
yang berlarian dan bergantungan
di daun telinga dan  kedua
lenganku

2010

Jumat, 03 Mei 2013

Di Pantaiku

gambar: kantonglaci.blogspot.com


(1) Di Pantaiku

tak perlu kau mengerti tiap butir pasir di pantaiku
atau coba membaca debur ombak yang mengirimmu

di sana
rebah saja, bersarang
kupeluk kau selamanya



Jakarta, 20 Juni, 2011
@mentarimeida




(2) Seperti Angin

dan kamu tiba-tiba saja menjelma angin sore, menyapa daun-daun tua yang kesepian, menguning dan hampir gugur di pucuk dahan itu. helai-helai daun yang hampir kehilangan percaya, tak berdaya.

seperti juga angin, kau mengantarkan sejuk, hingga aku senang berdansa dalam bola matamu yang serupa kolam. tak habis-habis menggenang, bayangku padamu.

Friday, June 10, 2011@mentarimeida


(3) Kereta

bukan kah kita selalu menunggu di stasiun, menanti kereta yang datang. lalu kau bilang tak mengerti tentang kisah perjalanan kereta yang datang, menjemput sekaligus menjauhi. kita menunggu kereta yang satu tujuan. tapi mungkin saja ditengah perjalanan ada kisah yang harus diputuskan, sehingga sebelum pagi datang lagi kita sudah berbeda arah. entah kau yang turun lebih dahulu di stasiun depan, atau mungkin juga aku.


Wednesday, June 1, 2011
@mentarimeida




(4) Mentari Akhir Mei

kutinggalkan saja biru
perjalanan lalu
di senjasenja yang terbakar
meluruhlah segala tangis
rupamu

biar terbenam jingga
membawa kisah
"esok pagi juga datang lagi," katamu
mengirim burung bernyanyi
percaya saja

menutup cerita
denganmu
semoga berbahagia



Jakarta, 31 Mei, 2011
@mentarimeida




(5) Di Kotamu Semoga Kau Ingat Aku

Kutitipkan cinta di kantung kemejamu. Dekat ke dadamu. Hati. Semoga terus berdegup seiring detak jantungmu. Lalu kau ingat aku. Di kotamu.

Semoga tak luntur katunmu yang biru. Menyerap peluhpeluh perjalanan. Cinta yang kusisipkan itu akan mengerti. Merasai juga aku. Bekal untukmu membahagiakan nanti.




Bekasi, 21 May, 2011
@mentarimeida


Sumber: perempuanbulanmei.blogspot.com

Kamis, 25 November 2010

mengingatmu

dalam beranda malam
berteman dengan secangkir rembulan
dan sepiring bintang yang tak begitu terang
aku hisap sebatang angan
yang tersandar pada kursi kehidupan

mengingatmu,
menggoreskan air mata dalam sanubari
menyayat nadi-nadi kepiluan
meresapkan kegalauan ke jantung
bersama buliran kerinduan

mengingatmu,
menerbangkan kenangan masa silam
saat menuntun langkah menantang keangkuhan
melompat meraih rajutan mimpi
menunduk bersama kesahajaan
ajari menari merendahkan hati

mengingatmu,
menegaskan kembali
petuah yang terikat kuat pada tiang hati
menjaga segenap jiwa
agar tetap tergembala dalam kebeningan mata air suci

mengingatmu,
terpercik bahagia
karena kutahu kau telah bahagia
dalam pangkuanNYA


by: "Kuncara Agung" 

[Mar 12, 2009]