small

Tampilkan postingan dengan label diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juni 2013

Pemimpin yang Lupa Diri



Gedung-gedung megah dan kursi empuk
Kau hinggapi setiap hari
Terasa nyaman olehmu, bukan?
Makan dari keringat rakyat, jerit payahnya

Kau lupa, atau pura-pura lupa
Seribu janji yang kau sorakkan
Kau bisa duduk dikursi itu, Karena siapa?
Rakyat- rakyat yang kau bodohi

Tidak ada hati nurani, lalu lupa diri
Membebani rakyat kecil
Sadarlah, apa kamu lupa dunia akhirat?
Kelak membakarmu oleh api Neraka 


by: Ferdinaen Saragih (2008: Bandung).

Jumat, 24 September 2010

Merepih kesunyian dalam senyap diri

Merepih kesunyian dalam senyap diri
Mencari dalam keterasingan nurani
hening malam tak berdendang riang
pijar Bulan meredup di tepian

Angin bernafas menghantar raga
membuai tepi malam menebar asa
Mendekaplah, Rasakan setiap helai nafas
Sekeping jiwa tersusun mati suri

Dendang sunyi bermuara cakrawala
Buih-buih titik hujan bawa dirimu pergi
Jiwa-jiwa kosong diam terpatri
bernikah hati dalam romansa hampa

Wahai bidadari surga
Yang mengelus mimpi dengan kesemuan
Titipkan cinta pada sang gemintang
rendezvous diri menerpa hati

Ketika nanti embun menetes di ujung daun
Ketika nanti mentari berlari
Pelangi hati tak sabar menanti
Bidadari,dekap lah diri tuk dicintai

Dear, My Lovely...
Depok 21 Januari 2009
Erwin Arianto