small

Tampilkan postingan dengan label jatuh cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jatuh cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

Kamu Kenapa

gambar: otherpriceless.blogspot.com


Kamu Kenapa

kamu
kenapa?
mendadak dingin, mendadak gigil
tak seperti biasa

kamu
kenapa?
tak lagi mesra, tak lagi manja
tak terasa

kamu
kenapa?
mendadak angkuh, mendadak diam
tak lagi menyapa

kamu
kenapa?
tak lagi hangat, tak lagi bersahabat
jahat

kamu...
kenapa berubah?

-Mentari Meida-




Siang dan Malam

malam tak pernah menunggu pagi datang
ia ikhlas saja melaksanakan tugasnya
tak meminta ada bintang atau rembulan
malam tetap setia
hingga fajar lahir di timur
maka usai lah baktinya.

siang tak pernah menunggu petang
ia tetap terang
meski berawan meski terik
saat senja datang ia bisa pulang dengan tenang

jika suatu pagi atau petang mereka tak pernah saling menjumpai lagi
(mungkin) ketika itu Tuhan sudah jengah dengan manusia


-Mentari Meida-





240710
Kita jangan bertatap muka ya.
Aku takut.
Kita buat janji saja.
Tunggu di persimpangan, di ujung jalan itu.

Kalau kau lebih dulu menemui punggungku, lihat saja, jangan memanggil.
Begitu juga aku.
ketika aku melihat punggungmu, maka hanya akan kutatap tanpa mendekat.

Kita sudah bertemu.
Kau dan aku tahu, kita ada.


-Mentari Meida-





Mahluk Itu Bernama Sepi


Aku bertanya pada bintang
“Apa itu sepi?”
Bintang menjawab: “Tunggu lah malam pekat, saat kau lihat aku menghilang.”

Aku bertanya pada malam
“Apa itu sepi?”
Malam menjawab: “Tunggu lah pagi hari, saat kau jumpai kabut memudar.”

Aku bertanya pada kabut
“Apa itu sepi?”
Kabut menjawab: “Tunggu lah mentari terbit, saat kau lihat rona merahnya di Timur.”

Aku bertanya pada mentari
“Apa itu sepi?”
Mentari menjawab: “Saat Mentari sendiri, itu lah sepi.”


-Mentari Meida-




Satu
Tuhan, berikan lah cahaya terang pada akhir jalan ini.
semoga langkah kami yang mengarah ke sana ringan dan damai.
langkah aku dan dia.

Tuhan, berikan lah pelangi pada langit-langit gelap.
setelah hujan deras yang menimpa.
membasahi aku dan dia.

Tuhan, nanti di akhir kisah, mungkin, akan ditemui persimpangan.
setelah kami lewati jalan, meski berliku-liku.
Kumohon, sampaikan lah kami di satu tujuan yang sama.


-Mentari Meida-



Lelaki

ada apa dengan lelaki?
iblis kah mereka?
yang mampu menjebak hawa dalam dosa
lalu mereka tertawa bahagia
terkutuklah kalian para kaum adam
aku wanita menyumpahi
atas nama sakit hati dan rasa kecewa
serta berbagai ribu luka

ada apa dengan lelaki
yang hanya ingin bebas dan lepas
yang selalu senang lari dari masalah
kalian yang para pendosa
terkutuklah engkau
wahai para lelaki yang kucinta
biar derita menyelubungimu
tak terhapus dosa
hingga kau menuju neraka!


-Mentari Meida-



Sun & Rain falling in love

Dan, ia selalu bilang…
Pelangi, yang muncul setelah Hujan reda, tak kan ada jika Mentari tak berperan serta membantu Hujan membuatnya. 
Maka wajarlah jika Mentari begitu mencintai Hujan. 
Yang setiap rintik gerimisnya buatkan sinarnya teduh. 
Lalu, bukankah juga sebaliknya.
Ketika Hujan mencintai mentari.
Ketika ia duka dalam mendung. 
Lalu menangis pada gerimis. 
Maka, Mentari bantu ciptakan Pelangi. 
Mentari cintai hujan. 
Karena ia yang paling mengerti dukanya. 
Sedihnya ditemani mendung dan tangisnya disamarkan gerimis. 
Di luar ia memang bersinar. 
Tapi, siapa yang tahu lukanya. 
Hanya Hujan yang paling setia. 
Maka, saat Mentari dan Hujan jatuh cinta
Lihatlah…
Ada Pelangi di langit sana


-Mentari Meida-



Mengapa Aku
Mengapa rumput ingin tetap hijau, meski terik mentari panas membakar. 
Mengapa bunga ingin tetap mekar, meski udara membuatnya layu.
Mengapa bulan ingin tetap bersinar, meski bintang tak menemani.
Mengapa pohon ingin tetap berkembang, meski angin gugurkan daunnya.
Mengapa aku ingin tetap di sini, meski ia perlahan pergi.



-Mentari Meida-



Sumber: perempuanbulanmei.blogspot.com

Rabu, 01 Mei 2013

Jemputan Yang Datang Terlambat

gambar: papapz.com

(1) Jemputan Yang Datang Terlambat


semisalnya, kau tidak datang terlambat malam itu, mungkin kita menggenapi sabit jadi purnama. sehingga jalanan kita benderang sampai di tujuan.

malam itu hujan tak turun, tapi aku tak mungkin menunggu jemputan yang datang terlalu lama. hingga sampai ada yang datang menawarkan tumpangan, dan aku terlalu letih berdiri sendiri ini, ingin bersandar di tempat yang nyaman.

nanti ketika pagi datang dan kau sadari aku tak di sana lagi, jangan kau katakan dan tanyakan;
mengapa aku meninggalkan

Thursday, August 23, 2012
@mentarimeida 


(2) Barangkali

ada kalanya aku ingin buta
agar tak perlu membaca kata
dalam puisi atau surat cintamu
untuk pelacur jalanan

barangkali aku juga ingin
tuli
agar gema namanya dalam rumah kita
lenyap selamanya

atau mati saja
agar usai semuanya



Jakarta, 14 April, 2012
@mentarimeida 


(3) Kereta

sakit akan ingatan-ingatan masa lalumu
adalah kereta di peron stasiun.
pergi lalu kembali.
lagi dan lagi.

dan aku ialah bangku tunggu
di peron itu.
selalu di situ, menunggu
meski berdebu dan selalu ditinggalkan.



Jakarta, 14 April, 2012
@mentarimeida 


(4) Jatuh Cinta Sekali Lagi

apa kita perlu jatuh cinta sekali lagi?
untuk jatuh tanpa ragu, seperti rintik hujan.
jatuh tanpa penuh tanda tanya.

perlukah aku jatuh cinta lagi?
pada tubuhmu, belantara rahasia.
pada jalan berlubang, tanpa lampu jalan


Jakarta, 19 Maret 2012
@mentarimeida 


(5) Kuutus Rindu
kuutus rindu untuk menjemput matamu
biar kumiliki purnama untuk malam ini
kuutus rindu menjelma ombak
agar perahumu segera pulang ke dermaga

rintik hujan mengetuk jendela
mengabarkan kisah resah



Jakarta, 24 Februari, 2012
@mentarimeida 


Sumber: perempuanbulanmei.blogspot.com